Posts

Sebuah Cuplikan Tulisan di Notes HP

"Sedih juga kalau diingat-ingat. Tapi buat apa ya? Sekarang gini deh. Misal kita hidup dan pada momen mendapat nikmat yang kita mau, lalu kita bersyukur. Janji Allah apa? Pahala. Tapi kalau kita hidup dan pas pada momen kita sedih mendapat ujian, lalu kita bersabar. Janji Allah apa? Pahala juga. Sederhananya kalau hidup adalah mencari pahala sebanyak-banyaknya, harusnya aku tidak perlu risau dong mau pahala itu datangnya melalui kesenangan maupun kesedihan. Kan ujung-ujungnya juga sama. Cuma cara melaluinya saja yang beda. Satunya dengan bersyukur, satunya dengan bersabar. Masih belajar juga buat memahami hal kayak gini. Ngga aku pungkiri, kalau pas sedih ya aku nangis. Tapi setidaknya aku mencoba buat memahamkan diri sendiri bahwa senang sedih itu sementara. Ujung-ujungnya sama."

Value

Kamis malam di angkot yang sedang mengetem itu, saya dan teman saya bercakap-cakap. Membicarakan hal-hal yang kami alami seharian tadi. Tiba-tiba di tengah percakapan, teman saya bertanya pendapat saya tentang dirinya. "Menurutmu aku gimana? Yang kamu suka dan tidak. Plus minusnya" Saya menatapnya lamat-lamat. Ngga bingung sih, hanya ternyata terasa aneh saja mengungkapkan tentang seseorang di depan orangnya. Kalau bagus takutnya bikin geer, kalau ngga bagus takut menyinggung. Ah mengapa sedemikian saya membingungkan hal tersebut, toh kami sudah berteman lama. Rasa-rasanya selama ini kalaupun ada sesuatu yang tidak berkenan mudah diselesaikan dalam waktu yang tidak lama. Saya menghela napas. "Kamu lucu, suka bikin teman-teman tertawa. Gercep juga melakukan apa-apa. Loyal juga.", jawabku. "Kalau buruknya?" "Hmm. Di beberapa kesempatan kita berbeda pemikiran dan pendapat. Yang berujung pada sikap ngga enak di antara kita" "C...

Merencanakan Selesai

Image
Rasanya baru kemarin aku mengambil keputusan pindah kuliah. Keputusannya memang seperti hanya "pindah kuliah", tetapi dibersamai dengan pindah domisili, pisah dengan keluarga, dan meninggalkan jogja yang sudah membuat 19 tahunku nyaman dengannya. Istilah singkatnya; merantau. Lagi lagi hanya seperti merantau untuk kuliah, tetapi nyatanya tidak sesederhana itu. Kehidupan perkuliahan baru yang kupilih 4 tahun lalu, mengharuskanku untuk berpisah dengan keluarga dan rumah tidak hanya 4 tahun masa perkuliahan. Namun seterusnya. Sampai pada waktu yang tidak tahu kapan. ___________________________ Aku Amel. Amelia. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi kedinasan di Jakarta. Beberapa hari yang lalu baru saja melewati proses sidang tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Masih unofficially sarjana. Banyak revisi sidang yang masih harus dikerjakan. Kalo ditanya lega atau belum, ya belum. Perjalanan masih panjang. Selama berkehidupan di sini, kalau dipikir, aku belum pernah ...

Main ke Rusun (main-main)

Generaksi Muda

Image
Kami berdiri, sama-sama haus Lalu diminta duduk Diberi masing-masing secangkir gelas Kosong Lalu kami sepakat memberi nama yang kosong itu Generaksi Muda Yang nanti akan kami isi sama-sama Ngga bisa janji banyak Ngga bisa janji rasanya manis Tapi gapapa Semua butuh proses, bukannya? Doakan tidak bosan ya. Semoga terus bisa berdaya dan berkarya.  Sampai nanti Dimana pun berada.

Rekan Diskusi Sampai Nanti

Image
Selain lingkungan kampus yang santun dan matakuliah yang MasyaAllah, ada lagi satu hal yang sangat syukuri di sini. Yaitu kesempatan berada dalam lingkaran sepermainan yang bisa diajak diskusi. Bersama orang-orang yang saya sendiri masih takjub tidak percaya. Sambil berpikir, "bisa gitu ya akhirnya, nemu yang kayak gini di episode kehidupan saya".- Perkenalkan, mereka adalah rekan saya. Kawan terbaik dalam diskusi apa aja. Iqbal dan Rizky! Dua manusia ter-bikin ngga paham kenapa masih betah 'melingkar' sama saya dan berproses di hal-hal yang sebenarnya biasa saja tapi sukanya dipikir dan dikemas dengan seluruh isi kepala yang kami punya. Dulu awal kenal mereka sebenarnya sejak tingkat pertama. Ceritanya sama-sama jadi volunteer di salah satu komunitas kampus, STIS Mengajar. Bedanya, Iqbal adalah kepala sekolah RW 1, Rizky kepala sekolah RW 15, dan saya adalah pengajar biasa-biasa saja RW 9. Apalah saya dibanding mereka ketika itu dan sampai sekarang sebenarn...

Izin Undur Diri, Pamit!

Image
Salam perjuangan, rekan-rekan! Alhamdulillah, tak terasa perjalanan punggawa Senat Mahasiswa 2017/2018 telah mencapai puncaknya. Terima kasih untuk rekan-rekan yang telah mengawal! Terima kasih atas rasa percaya yang menjadi alasan utama untuk kami berada. Puncak akhir ini ternyata tak pantas membuat kami jumawa. Masih panjang perjalanan di depan. Masih banyak hal di Senat Mahasiswa yang sepatutnya masih terus diperjuangkan.  Atas nama segenap pengurus Senat Mahasiswa 2017/2018, kami mohon izin undur diri, pamit! Terima kasih kepada rekan-rekan Senat Mahasiswa yang telah menjadi kolaborator kebaikan bersama. Terima kasih juga untuk rekan-rekan mahasiswa. Kami mohon maaf jika ada salah kurangnya. Semoga yang sebentar ini dapat memberi manfaat untuk semua. Selamat berjuang, kepengurusan yang baru! Salam perjuangan! -Senat Mahasiswa Politeknik Statistika STIS 2018- Terkhusus dari saya, maaf, belum bisa berperan banyak.