Posts

Rekan Diskusi Sampai Nanti

Image
Selain lingkungan kampus yang santun dan matakuliah yang MasyaAllah, ada lagi satu hal yang sangat syukuri di sini. Yaitu kesempatan berada dalam lingkaran sepermainan yang bisa diajak diskusi. Bersama orang-orang yang saya sendiri masih takjub tidak percaya. Sambil berpikir, "bisa gitu ya akhirnya, nemu yang kayak gini di episode kehidupan saya".- Perkenalkan, mereka adalah rekan saya. Kawan terbaik dalam diskusi apa aja. Iqbal dan Rizky! Dua manusia ter-bikin ngga paham kenapa masih betah 'melingkar' sama saya dan berproses di hal-hal yang sebenarnya biasa saja tapi sukanya dipikir dan dikemas dengan seluruh isi kepala yang kami punya. Dulu awal kenal mereka sebenarnya sejak tingkat pertama. Ceritanya sama-sama jadi volunteer di salah satu komunitas kampus, STIS Mengajar. Bedanya, Iqbal adalah kepala sekolah RW 1, Rizky kepala sekolah RW 15, dan saya adalah pengajar biasa-biasa saja RW 9. Apalah saya dibanding mereka ketika itu dan sampai sekarang sebenarn...

Izin Undur Diri, Pamit!

Image
Salam perjuangan, rekan-rekan! Alhamdulillah, tak terasa perjalanan punggawa Senat Mahasiswa 2017/2018 telah mencapai puncaknya. Terima kasih untuk rekan-rekan yang telah mengawal! Terima kasih atas rasa percaya yang menjadi alasan utama untuk kami berada. Puncak akhir ini ternyata tak pantas membuat kami jumawa. Masih panjang perjalanan di depan. Masih banyak hal di Senat Mahasiswa yang sepatutnya masih terus diperjuangkan.  Atas nama segenap pengurus Senat Mahasiswa 2017/2018, kami mohon izin undur diri, pamit! Terima kasih kepada rekan-rekan Senat Mahasiswa yang telah menjadi kolaborator kebaikan bersama. Terima kasih juga untuk rekan-rekan mahasiswa. Kami mohon maaf jika ada salah kurangnya. Semoga yang sebentar ini dapat memberi manfaat untuk semua. Selamat berjuang, kepengurusan yang baru! Salam perjuangan! -Senat Mahasiswa Politeknik Statistika STIS 2018- Terkhusus dari saya, maaf, belum bisa berperan banyak.

Salam Pertemanan dari Barisan Depan

Image
Rasanya seperti baru kemarin masuk kampus ini. Tahu-tahu hari ini sudah masuk minggu ke tiga perkuliahan di tingkat akhir. Cepet ya? Banget. Banyak hal yang ternyata sudah saya lalui. Baik hal senang maupun sedih. Apapun prosesnya, nikmati aja. Hidup hanya sekali. Cerita besok pagi sudah beda dengan cerita pagi ini. Selaw. Di postingan kali ini, saya mau cerita nih tentang sepotong kehidupan di dua semester kemarin yang manis untuk ditulis. Yaitu tentang kolega-kolega di tingkat tiga. Taraaa! Perkenalkan, kami berempat adalah teman di kelas. Yang awalnya bertemu dengan cara yang biasa saja. Layaknya teman kelas yang benar-benar biasa saja. Namun akhirnya kami akrab karena duduk di depan! Wkwk. Rhiska; duduk di kursi terdepan karena kebiasaannya sejak TK, Unuy; duduk di kursi terdepan karena masuk kelasnya di menit-menit kritis (jadi kebagiannya ya itu doang), saya; duduk di kursi terdepan karena mata minus tapi malas pakai kacamata, dan Safi; kenapa ya wkwk pokoknya ser...

Sabtu Pagi di Warunk Upnormal

Semua manusia diciptakan sama. Katanya, apapun beda kita, tak   penting jika hanya berdasar penilaian manusia. Saya sepakat. Namun walaupun sama, saya masih suka tidak percaya diri jika bertemu orang yang lebih unggul dari saya dalam dua hal; ilmu dan amal. Dan kemarin pagi, ceritanya, saya tidak percaya diri. Saya dan beberapa teman (6 orang termasuk saya), berkesempatan bersilaturahmi dengan Kak Suryo, salah satu kakak alumni di kampus. Selisih X tahun dalam segi umur angkatan. Kebetulan kakaknya sedang ada urusan yang harus dikerjakan di Jakarta jauh jauh dari daerahnya, jadi pagi itu, ada kesempatan untuk rusuh sebentar dengan kedok sharing bareng. Kalau boleh jujur, banyak hal yang saya dapatkan, banyak hal dari obrolan kemarin yang dapat dijadikan pelajaran. Solusi-solusi dari resah-resah kami dan pandangan-pandangan baru dari lain dimensi. Di awal-awal perbincangan, beberapa teman saya menyampaikan masalah mereka. Berasa sesi curhat dong ma, tapi bukan Mamah De...

Internship Dreamdelion Batch 7 Regional Jakarta

Image
               Jika ada suatu hal yang tak mungkin bisa kita cegah atau ajukan kejadiannya, maka itulah yang kita sebut takdir . Asiq.             Di malam yang bukan siang ini, saya mau cerita-cerita tentang Dreamdelion. Rumah yang pernah mempersilakan saya singgah beberapa bulan yang lalu. Jadi, Dreamdelion adalah sebuah “rumah” yang bergerak di bidang community development . Slogannya, "The best place to give your best contribution". Tempat bernaung orang-orang yang mau mendedikasikan waktunya untuk bermanfaat bagi orang lain. Uhuy. Untuk selengkapnya sabi banget buat ceki-ceki di @dreamdelion , di sana banyak info lengkap tentang apa dan kegiatan apa aja yang Dreamdelion lakukan.             Dulu pertama kali denger kata Dreamdelion itu dari dua kakak putra-putri STIS, Kak Suryo dan Kak Sita, yang ngisi waktu pembekalan pu...

Topik Dimana Ya?

Image
Sebenarnya untuk menentukan suatu hal itu bukan perkara susah. Apalagi kalau diminta buat milih sesuatu yang cepat dan ngga perlu mikir. Gampang! Pilih aja dulu, jalani, risiko pikir belakang.          Tapi kenapa untuk sesuatu yang satu ini, saya bingung sedari dini? (bingung kenapa harus bingung hihi). Aha! Karena yang satu ini jangkanya setahun nanti. Akan dipikir banyak dengan metode yang ngga main-main. Akan dipertanggungjawabkan di bapak ibu penguji kelulusan. Akan menjadi bentuk nyata dari perjalanan kuliah selama ini. Skripsi!             Jadi sekarang sebenarnya sedang masa-masa lengang kecuali untuk yang tidak lengang. Masa-masa mahasiswa jelata seperti saya meluangkan diri untuk lebih selaw dari hingar bingar kesibukkan dan berusaha mencarimu (re: topik) dari sekarang. Tapi kenapa belum ketemu. Topik, sebenarnya kamu mah dimana?      ...

Melibatkan Pembiaran

Image
Kita cukup kenyang dengan sarapan cerita orang-orang. Tentang kisah kasih mereka yang sedang mekar-mekarnya. Tentang rindu-rindu yang yang tak direstui karena perbedaan suku. Ataupun tentang puisi-puisi patah hati di sosial media. Cerita tentang itu ada banyak sekali, teman. Dengan berbagai alur dan sudut pandang. Dengan berbagai anggapan klimaks yang mungkin sebenarnya bukan.             Namun benar kata Tara, ada satu yang kita tau; kita berada dalam ketidakpastian masa depan. Kita berteman sekarang, belum tentu se-berteman ini di masa depan. Kita merasa dekat sekarang, belum tentu akan tetap dekat di masa depan. Semesta itu bergulir. Kita; tidak bisa menjamin keadaan. Orang-orang yang berada di sekitar kita sekarang adalah orang-orang terbaik untuk sekarang. Belum tahu untuk nanti. Apalagi untuk beberapa masa setelah hari ini. Jadi, jangan terlalu bangga dengan hal-hal sementara. Juga, jangan pernah mengawetkan sedih untu...