Posts

Kamu Mendapat Ini di Filosofi Kopi

Dee Lestari telah meramu banyak sekali cerita dengan baik. Dia pandai mengolah dan mencipta suatu rasa novel menjadi enak dicicipi. Tidak pernah lupa bumbu-bumbu. Selalu berakhir sedap bahkan tanpa penyedap. Banyak manusia-manusia di bumi suka karyanya. Oleh karena itu, tak perlu heran, banyak novel Dee Lestari diangkat ke layar lebar. Penjualan tiketnya selalu berhasil dan membuat orang-orang harus antri dengan sabar. Sekarang sedang musim film bagus di bioskop-bioskop. Salah satunya adalah karya Dee Lestari yang difilmkan, Filosofi Kopi 2 : Ben dan Jodi. Sebuah sekuel dari Filosofi Kopi sebelumnya. Dengan pemain utama masih sama ditambah beberapa pemain baru yang tidak kalah kerennya. Sambutan baik dari masyarakat luar biasa hebatnya. Buktinya, penjualan tiket hari-hari awal selalu habis tanpa sisa di beberapa kota di Indonesia. Ngga heran sih soalnya Filosofi Kopi yang pertama teramat bagus memang. Membuat orang yang sudah menontonnya berjanji untuk menonton sekuelnya, jika...

Menjadi Anak-anak

Di usia yang sebenarnya sudah tidak bisa dibilang anak ini, saya masih sering berpikir bahwa menjadi dewasa itu menakutkan. Lebih menyenangkan menjadi anak-anak dimana dunia dapat lebih dinikmati dengan lepas. Bebas. Melakukan suatu hal yang kita mau dan berpikir sederhana. Tidak ada kecemasan-kecemasan. Yang ada hanya bangun pagi dan pertanyaan "saya akan bermain apa hari ini". Pagi ini salah satu teman saya di kos bilang ke saya, "Mel kamu kayak anak-anak. Makan terus tiba-tiba bersenandung lagunya Sherina. Di kamarpun, playlistmu lagu anak-anak ya seringnya." Saya tertawa. Pertama saya menertawakan teman saya yang ketauan banget kalau suka perhatian sama saya. Kedua menertawakan diri saya sendiri. Kalau dipikir iya juga ya. Bahkan saya tidak sadar akan hal itu sebelumnya. Yang saya tau, saya suka lagu-lagu ringan yang mengingatkan saya akan masa kecil. Juga, yang membuat saya lupa akan hal-hal yang sedang tidak mau saya pikirkan sekarang. Sesederhana itu...

The Most Beneficial Person Around You (2)

Dalam rangka melanjutkan tulisan the most beneficial person around you. Tentang teman baik yang saya temukan di tingkat 2 ini. Bukan saya temukan ding karena tepatnya kita bertemu dan saling menemukan. Wah!  Teman saya ini berhasil bikin saya kecanduan terhadapnya. Saya mencium aroma-aroma bunga segar di taman kalau sedang berada di dekatnya. Seperti aroma melati misalnya. Sedikit horor sih, tapi bikin perasaan ingin menari-nari. Sesederhana itulah perasaan saya dalam menyenanginya. Manis sekali bukan pernyataan saya ini? Jarang sekali saya memuji orang secara terang.  Sebenarnya kami mulai saling tahu sejak pertama kali menginjakkan kaki di 2D. Jadi tahu saja, setelah sebelumnya saling tidak tahu sama sekali. Dulu saya di 1B dan dia jebolan 1D. Cukup sulit bagi kami untuk hafal nama seluruh teman angkatan dalam setahun apalagi jika tidak pernah melalui satu event bersama. Kami berteman layaknya teman kelas pada umumnya. Saling senyum dan saling sapa seutuhnya. Kehidu...

Book Review : Art of Dakwah

Image
                               Satu hal yang kita tahu pasti dalam kehidupan ini, bahwasanya apabila ada satu hal yang harus kita pertahankan lebih dari yang lainnya, maka itu pastilah Islam.  Demikian salah satu kutipan isi buku Art Of Dakwah, hasil kolaborasi menakjubkan dari Ustadz Felix Siauw dan Mbak Emeralda Noor Achni aka Benefiko.                 Pertengahan Juni lalu, sebelum keberangkatan saya ke Jogja, saya tertarik membaca karya terbaru dari Ustadz Felix. Awal tertarik karena teaser di instagramnya beliau yang seperti biasa- selalu saja bikin jatuh hati dan penasaran setengah mati.  Lalu ditambah dari cover bukunya yang omaigat, lucu amat! Tangan ajaib Mbak Benefiko memang ngga pernah main-main bikin saya jatuh cinta. Dan akhirnya, di siang itu, buku ini sampai di tangan saya.     ...

#Day4- The Most Beneficial Person Around You (except for family)

Klise sih, tapi saya percaya bahwa  'menjadi manusia yang lebih baik' adalah nasehat harga mati. Tidak seperti bawang di pasar- yang sekalipun mahal- namun tetap bisa ditawar. Jika ditanya the most beneficial person around you, susah susah gampang ya jawabnya. Soalnya banyak sekali orang baik yang bertebaran di mana-mana. Pun masing-masing has their own way to treats us well. Namun karena temanya ini, yoy dengarkan sedikit cerita tentang seseorang yang mampu membuat saya sedikit berbeda dari sebelumnya. ________________________ Saya seorang mahasiswa biasa dengan kondisi agama yang biasa juga. Selama ini saya baru mengerjakan perintah yang wajib- wajib, itupun belum dilakukan secara sempurna. Masih tahapan belajar, tapi karena santai ya jadi lama belajarnya. Masih sering naik turun semangat ibadahnya. Juga, masih suka labil imannya. Aih, ketika ditanya Allah di akhirat kelak, saya mau jawab apa coba :" Beruntung, saya bertemu dengan seorang teman baru d...

#Day2- Life Vision and The Missions

Ada alasan yang menjadikan kita bertahan. Dan itu tugas kita; menjabarkannya dengan baik dan rinci.  Hingga pada saat ditanya nanti, kita bisa menjawab dan terang menjelaskan bahwa hidup kita bukanlah suatu kebetulan. Ada alasan-alasan baik yang membuat kita masih berdiri, ada alasan- alasan masuk akal yang membuat Sang Pemilik tidak kecewa- telah menumbuhkan kita hingga detik ini. ________________ Kakak saya mengajak saya bicara serius sore itu. Kami menduduki kursi ruang tengah sambil mendengarkan alunan Banda Neira di Spotify gratisan. Sebenarnya tidak terlalu serius, awalnya. Ada obrolan-obrolan ringan di awal ala-ala. Saling bully. Kesalnya, saya yang selalu kalah. Satu tahun lebih merantau nampaknya belum mengasah ilmu balas bully saya yang dari jaman dulu masih segitu segitu aja. Di tengah percakapan, tiba-tiba kakak saya bertanya, "Apa kabar kuliahmu di sana, nak?" Saya mendongak lalu menjawab dengan santai, "Baik baik aja, doakan nilaiku di seme...

Jangan Sampai Lepas

Image
Apa yang sering kita dengar dari Papua? bagian Indonesia yang issu politiknya yang tak kunjung sirna.  Selain itu?  kondisi alam dan lingkungannya yang tidak baik- baik saja.  Padahal, yang belum kita tahu, tersimpan surga kecil di ujung timur Papua. Banyak muslim bersaudara yang lahir dan menghuni tanah di sana. Mereka hidup secara islam. Mereka sholat, belajar mengaji, pun mengenakan pakaian tertutup selayaknya muslim seharusnya.  Namun keadaan mereka belum sebaik muslim di belahan Indonesia lainnya. Belum seperti kita yang untuk mengerjakan urusan agama, fasilitas tersedia tanpa harus susah berupaya. Paling disoroti adalah kondisi mereka dalam belajar mengaji, hal penting untuk memperdalam dan mempertahankan oksigen islam dalam 'sirkulasi' kehidupan. Mereka terkendala bahasa dan bahan materi. Komunitas muslim yang ada pun baru beberapa, belum bisa menutup semua kendala yang ada. Jika membayangkan kehidupan mereka ke depan, wah! apa kabar? mung...